Tasikmadu Diresmikan Jadi Desa Tangguh Nelayan, Ini Harapan Bupati Trenggalek

  • Whatsapp
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Forkopimda Trenggalek saat meresmikan Desa Tangguh Nelayan di Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Rabu (24/06/2020). (Foto - Hardi Rangga 60dtk)

60DTK, Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meresmikan Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, menjadi Desa Tangguh Nelayan, Rabu (24/06/2020). Peresmian ini dilakukan bersama Forkopimda Trenggalek.

Nur Arifin mengatakan, Desa Tasikmadu ini ke depannya berpotensi menjadi episentrum pembangunan perekonomian di Kabupaten Trenggalek, terutama di masa new normal kini.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat Tasikmadu memiliki ketangguhan untuk tetap produktif namun aman dari Covid-19 dalam mengelola potensi wilayah yang ada di desa, dengan menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilaksanakan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Terima Bantuan 3 Ton Beras Dari BPJS Ketenagakerjaan Jatim

Oleh karena itu, menurutnya, dengan menjadi kampung tangguh yang berada di pesisir selatan, Desa Tasikmadu akan memiliki peran luar biasa dalam menekan pencegahan penularan Covid-19, mengingat wilayah ini tak hanya memiliki potensi di sektor perikanan, namun juga menjadi salah satu andalan Pemkab Trenggalek dalam sektor wisata.

“Kita pilih Tasikmadu karena Tasikmadu ini bukan cuma kampungnya nelayan, tapi di sini juga berdekatan dengan tempat wisata dan pusat perdagangan di Watulimo,” lanjut Nur Arifin.

Dengan begitu, ke depan jika jalur lintas selatan yang melintas di Watulimo sudah terhubung dengan daerah lain, maka kawasan Tasikmadu dan Watulimo bisa menjadi jantung perekonomian kawasan selatan di Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Pasar Versi New Normal Untuk Masyarakatnya

“Maka kita harus memastikan bahwa semua masyarakat ini sadar bahwa new normal bukan berarti normal yang dulu, tetapi dengan tatanan yang baru, dengan norma yang baru, kebiasaan yang baru,” ungkapnya.

“Hebatnya, meskipun transmisi atau pun aktifitas di Watulimo itu termasuk padat, mulai dari panen hasil hutan, kemudian perdagangan perikanan, industri, pariwisata, tetapi sampai sekarang di Tasikmadu tidak ada kasus positif,” ucap Nur Arifin dengan bangga. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga

Pos terkait