Tekad Nelson Jadikan Kabgor Mandiri Dari Segi Keuangan

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Sudah hampir 20 tahun Provinsi Gorontalo menjadi daerah otonom. Tepat pada tanggal 5 Desember tahun 2000, daerah yang dikenal dengan sebutan serambi Madinah ini resmi berpisah dari Provinsi Sulawesi Utara.

Usai memekarkan diri, Provinsi Gorontalo terus mengalami perkembangan. Saat ini, Provinsi ke-32 di Indonesia ini telah memiliki lima kabupaten dan 1 kota.

Dari enam daerah yang ada, Kabupaten Gorontalo menjadi daerah tertua. Dilihat dari geografis, letak Kabupaten Gorontalo pun cukup strategis. Sebab keberadaannya berada di tengah-tengah Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Penguasaan IT Jadi Syarat Sertifikasi Guru Di Kabupaten Gorontalo

Beberapa hal inilah yang mendorong pemerintah daerah setempat bertekad untuk lebih mandiri, khususnya dari segi keuangan. Pemimpin daerah ini tidak ingin segala pembangunan terus dibantu oleh Pemerintah Pusat.

“Kita ini sudah sejak tahun 2000 menjadi daerah otonom. Kata kunci otonom itu adalah kemandirian sebenarnya. Salah satunya kemandirian dalam hal anggaran. Kita jangan selalu minta di pusat,” ujar Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Selasa (30/06/2020).

Nelson membeberkan, beberapa tahun terakhir ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gorontalo terus meningkat. Dari sebelumnya hanya 7 persen, kini sudah mencapai 15 persen.

Baca juga: Pemkab Gorontalo Mau Jual Aset, Begini Penjelasan Nelson

“Berarti sudah mulai ada kemandirian dana kita. PAD Kabupaten Gorontalo pada tahun 2019, kurang lebih mencapai Rp200 miliar,” ungkap Nelson.

Bupati bergelar profesor itu juga menyebutkan sejumlah sektor yang menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan PAD Kabgor. Selain sektor pertanian, ada juga sektor pariwisata dan perdagangan.

“Kita berharap PAD Kabupaten Gorontalo bisa mencapai Rp500 miliar lima tahun mendatang. Sebab dalam road map yang kita buat lima tahun lalu, lima tahun ke depan kita mandiri,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Comments are closed.