Tidak Berhenti Berinovasi Meski di Tengah Pandemi

60DTK, Gorontalo: Merebaknya covid-19 di Indonesia, tentu tak bisa menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, khususnya bagi para anak muda. Inovasi menjadi hal penting yang harus terus dilakukan, untuk menjaga produktivitas diri, serta mengasah kemampuan dalam berbagai bidang.

Hal inilah yang dilakukan oleh salah satu remaja Gorontalo, Iqbal Naim. Pria yang kini menjabat sebagai Duta GenRe Provinsi Gorontalo 2020 itu tidak membatasi dirinya untuk terus berinovasi, meski di tengah pandemi covid-19. Hal ini terlihat dari giatnya Iqbal melakukan pembudidayaan ikan lele dan tanaman holtikultura bersama masyarakat di Kecamatan Lekobalo, Kota Gorontalo.

Gerakan tersebut Ia giatkan dengan berkolaborasi bersama Forum GenRe Indonesia Gorontalo, PIK Remaja Merak, BKR se-Kecamatan Lekobalo, serta Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Edi Muin : GenRe Harus Jadi Role Model Bagi Remaja Gorontalo

Duta GenRe Provinsi Gorontalo 2020, Iqbal Naim. (Foto: Istimewa)

“Jadi kegiatan ini bernama GenRe Beraksi dan Berkolaborasi. Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa mengubah gaya hidup masyarakat dan remaja saat ini untuk menjaga ketahanan pangan, dan memanfaatkan waktu di tengah pandemi ini, lebih ke hal-hal produktif,” ujar Iqbal, Jumat (20/11/2020).

Memang, Ia membeberkan bahwa hal ini dilakukan mengingat sejak pandemi covid-19 merebak, angka pernikahan dini, kehamilan, perceraian, hingga penggunaan narkotika, naik secara signifikan. Oleh karena itu, perlu ada gerakan yang bisa membuat masyarakat, khususnya remaja, lebih produktif dalam melakukan hal-hal positif.

“Selain itu, ini juga memberikan kesempatan kepada para remaja Gorontalo untuk dapat melatih life skill, potensi, dan meningkatkan kreativitas diri masing-masing,” lanjut pria yang kini berstatus sebagai mahasiswa aktif di Jurusan Administrasi Publik UNG itu.

Baca juga: Menimba Berkah Ramadan, Dengan Koin Ramadan Ala GenRe Gorontalo

Pada intinya, Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut adalah sebuah inisiasi untuk menjaga para anak muda agar lebih produktif di tengah pandemi covid-19, agar terhindar dari masalah-masalah remaja yang dapat merugikan kehidupan mereka di masa yang akan datang.

“Dan tentunya program ini disasarkan untuk dapat menekan angka pernikahan dini dan kehamilan yang naik signifikan di tengah pandemi saat ini,” tutup Iqbal. (rls/rds)