Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Turut Jaga Kelestarian Ekosistem Laut

60DTK, Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian ekosistem laut Trenggalek dan kawasan di sekitarnya. Hal itu Ia sampaikan saat meninjau kawasan konservasi penyu di Pantai Gemawing, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Rabu (12/08/2020).

Ia menuturkan, tanpa disadari, sejauh ini sampah dan limbah domestik menjadi salah satu penyebab pencemaran laut. Jika satu rantai siklus kehidupan dihilangkan, maka tidak akan terjadi keseimbangan ekosistem. Dan salah satu fauna yang turut menjaga keseimbangan tersebut adalah penyu.

Baca juga: Bupati Trenggalek Puji Pemdes Sumberbening Yang Berkomitmen Maju

“Kita harus menyadari kalau ada penyu datang, itu berarti pantainya spesial dibandingkan yang lain, karena penyu itu tidak mungkin mau datang kalau pantainya tercemar, airnya tidak bersih, dan kalau daratannya dirasa tidak aman,” ungkap Nur Arifin.

“Ini adalah modal, kalau ingin dikembangkan dengan segala kearifan penyunya yang bermacam-macam, ya, itu dulu kuncinya yang harus dijaga. Karena biasanya saya mengamati di Trenggalek satu PR saya terbesar itu mengatasi segala macam sampah dan limbah yang menuju ke laut,” imbuhnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata Trenggalek Genjot Kunjungan Wisatawan Di Era New Normal

Pemkab Trenggalek sendiri saat ini tengah fokus mengatasi masalah limbah pemindangan ikan di wilayah pesisir. Selain itu, maraknya tambak udang di sekitar bibir pantai juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Semua itu demi menjaga kelestarian ekosistem, khususnya di wilayah pesisir.

“Jangan sampai nanti yang biasanya jaring tarik menjadi tidak ada ikannya, terus yang biasanya penyu ke sini lalu tidak ada lagi, karena penyu itu makhluk yang setia, kalau kecilnya dilepas dari sini, itu nanti akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Baca juga: Ini Harapan Bupati Trenggalek Untuk Pengurus ABPEDNAS Yang Baru Dilantik

“Jadi penyu merekam aktivitas kehidupannya itu kembalinya, ya ke tempat di mana dia dilepaskan. Ada beberapa yang berpindah itu karena kalau pantainya rusak. Nah, ini yang tidak kita inginkan,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga