DPRD Apresiasi Penanganan Covid-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung

60DTK, Tulungagung – Komisi C DPRD Tulungagung, memberikan apresiasi positif kepada para tenaga medis di Rusunawa IAIN Tulungagung, karena senantiasa menggunakan standar yang sudah ditetapkan dalam melakukan penanganan Covid-19.

“Semua sudah sesuai standar. Baik itu untuk tenaga medis maupun untuk pasien,” ujar Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori, usai melakukan peninjauan di Rusunawa IAIN Tulungagung, Senin (11/05/2020).

Lebih lanjut Ansrori menyampaikan, tidak ada yang patut dipermasalahkan terkait penanganan pasien Covid-19 di Rusunawa yang berada di areal kampus itu. Baik itu terkait Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan para tenaga medis, atau pun kebersihan di Rusunawa IAIN Tulungagung, karena semua sudah dinilai baik.

Baca juga: 10 Ribu Paket Sembako Dari Baznas Mulai Didistribusikan Ke Warga Tulungagung

“Hanya saja yang kami minta kalau memang masih ada pasien yang dari luar kota, sebaiknya dikembalikan ke kota atau kabupatennya masing-masing,” tuturnya.

Senada dengan Asrori, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Heru Santoso juga menyebutkan, secara umum hal tersebut tidak ada masalah, karena secara klinis yang diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung dalam keadaan sehat semua.

“Hanya perlu support moral, baik kepada para medis yang rutin bertugas di sana, dan para penderita Covid-19 yang sedang menjalani isolasi,” paparnya.

Baca juga: DPRD Tulungagung Tuntaskan Pembahasan LKPJ Bupati 2019

Ia pun membeberkan, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung ada sebanyak 39 orang, dari kapasitas sebanyak 76 orang.

“Harapan kami tentu tidak akan ada lagi penambahan pasien Covid-19,” imbuhnya.

Ia pun menyatakan, kendati pihaknya mengapresiasi karena protokol penanganan Covid-19 sudah terlaksana dengan baik di Rusunawa IAIN Tulungagung, namun tetap ada masukan yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Kepala Dinsos Tulungagung Tegaskan Bansos Dari Pusat Akan Disalurkan Secara Adil

“Masukan kami agar ada sif etugas medis, baik dari Dinkes dan RSUD, minimal pagi dan sore, karena saat ini baru dilaksanakan sekali di pagi hari untuk pengecekan kesehatan pasien,” pungkasnya.

 

Pewarta: Achmad Zunaidi/Firda