Forkompimda Trenggalek Resmikan 2 Ponpes Tangguh di Gandusari

  • Whatsapp
Forkopimda Trenggalek saat meresmikan kampung tangguh di Pondok Pesantren Salaf Sulaiman, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Senin (6/07/2020). (Foto - Hardi Rangga 60dtk)

60DTK, Trenggalek – Forkopimda Trenggalek meresmikan dua kampung tangguh baru di Kecamatan Gandusari, yakni Pondok Pesantren Subulus Salam Desa Melis, dan Pondok Pesantren Sulaiman Desa Sukorejo.

Dengan diresmikannya dua kampung tangguh baru di lingkungan pondok pesantren ini, artinya secara keseluruhan sudah ada 20 kampung tangguh yang telah diresmikan di Kabupaten Trenggalek.

Bacaan Lainnya

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meyakini bahwa pondok pesantren di Trenggalek pasti tangguh menghadapi pandemi Covid-19. Karena dengan mengusung konsep boarding school, otomatis semua santri sudah terisolasi di dalam lingkungan pondok, sehingga risiko penularan dari luar dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca juga: 2 Keunggulan yang Buat Pemkab Trenggalek Optimis Jalani New Normal

“Kita ingin memastikan setiap sektor bisa menjalankan protokol kesehatan dengan aman, jadi kita lebih ke arah penegakan disiplin,” tutur Nur Arifin, Senin (6/07/2020).

Untuk itu, setiap santri yang berasal dari luar Trenggalek harus langsung mengikuti prosedur untuk pemeriksaan kesehatan dan isolasi mandiri terlebih dahulu, jika akan bergabung di pondok pesantren.

“Jika mondoknya serius, tidak jalan-jalan, pasti aman. Terlebih santri yang selama ini mondok berasal dari dalam Kabupaten Trenggalek,” lanjutnya.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Perluas Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lewat Pembangunan Jalan Pansela

Ia pun mengajak seluruh santri yang ada untuk mengikuti adab baru, tidak hanya menghormati para kyai, namun juga senantiasa menjaga para kyai di era new normal ini.

Menurutnya, era baru harus diikuti dengan kebiasaan baru, dan adab baru menjaga kyai harus diikuti dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kalau menghadap ke kyai dan guru, wajib pakai masker. Maka menjaga adab yang sekarang juga bisa dilakukan dengan menjaga jarak,” tuturnya.

Baca juga: Tasikmadu Diresmikan Jadi Desa Tangguh Nelayan, Ini Harapan Bupati Trenggalek

“Insyaallah kalau kita bisa menerapkan pola hidup baru, kesadaran baru, insyaallah kita bisa tetap produktif sebelum ditemukan anti virusnya,” tutupnya.

Terkait hal ini, Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring menerangkan, penanganan pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Dengan terus berdisiplin diri dimulai dari hal-hal terkecil, Ia berharap tidak ada klaster baru di pondok pesantren, mengingat saat ini sudah memasuki aktifitas tahun ajaran baru.

“Dengan dibentuknya pondok pesantren tangguh ini, kita bisa saling mengawasi, saling menjaga diri, kesiapan antara santri dengan guru dan pengasuh betapa pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19,” ujar Doni.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Pasar Versi New Normal Untuk Masyarakatnya

Senada dengan bupati dan Kapolres, Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Inf. Dodik Novianto juga mengajak seluruh pihak untuk terus mempertahankan Kabupaten Trenggalek sebagai daerah atau zona dengan risiko penularan rendah.

“Mari kita sama-sama mengamankan diri kita dengan disiplin kita menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga

Pos terkait