Iga Bakar dan Cara Menikmati Hidup

60DTK – Gorontalo : Mumpung Weekend dan bertepatan dengan awal bulan, saatnya memanjakan diri. Sebagai orang kantoran, cara saya menikmati hidup saat weekend salah satunya dengan menikmati kuliner.

“Selamat Datang”  sapaan hangat dan senyum dari resepsionis menyambut kedatangan saya di Domestique Culinary Culture. Salah satu tempat makan yang cozy dan berkelas di Kota Gorontalo.

Ya,, kesan ‘berkelas’ yang identik dengan harga mahal memang sudah ter branding di kalangan masyarakat Gorontalo ketika mendengar R.M Domestique. Tetapi sebenarnya, harga makanan di tempat itu cocok untuk kantong masyarakat Gorontalo yang UMP-nya tahun 2020 direkomendasikan oleh Dewan Pengupahan sebesar Rp. 2.788.826.

Loh,, Kok jadi ngomongin Upah Minimum Provinsi ya,,, Kita kan lagi bahas makanan. Hehehe… Tapi memang ketika membahas makanan, pertanyaan mendasarnya adalah berapa harganya? Sesuaikah dengan isi kantong kita? Oowalah,, tambah ngelantur,,, hehehe

Setelah memilih tempat duduk, saya lantas disodori daftar menu oleh Waitress (pelayanan perempuan). Ada beberapa menu yang saya pesan, termasuk Iga Bakar dan Es Cendol Gula merah.

BACA JUGA : Cozy Dan Berkelas, Domestique Mulai Gunakan Konsep Promosi Digital

Saya sempat kecewe sih dengan sajian Iga Bakarnya. Tampilannya biasa saja. Hanya disajikan dengan sebongkah nasi, tiga potong Iga bakar, sambal, jeruk nipis, dan kuah kaldu. Mungkin garnis-nya (hiasan makanan) kurang. Hanya bawang goreng yang ditaburkan pada nasi. Sehingga tampilan menu ini kurang Instagramable.

Tapi beda dengan rasanya. Baru pada gigitan pertama, saya sudah merasakan betapa nikmat Iga Bakar ini. Dagingnya empuk. Bumbunya meresap sampai kedalam. Ditambah dengan penggunaan kecap manis yang takarannya pas.

BACA JUGA : Ilabulo, Kuliner Tradisional Khas Gorontalo Yang Masih Diminati Masyarakat.

Untuk menikmati makanan selezat ini tidak perlu terburu – buru dihabiskan. Dikunyah perlahan – lahan, sambil rasakan campuran bawang putih, bawang bombay, pala bubuk dan kecap manis berpadu menjadi satu dalam setiap gigitan.

Akh,,, Tak terasa, tiga potong daging iga itu telah habis saya nikmati., Es Cendol Gulah merah kemudian jadi penutup santap siang saya saat itu.

Soal harga, Iga Bakar ini cukuplah terjangkau. Cocoklah dengan kantong anak kostan (kalau baru terima kiriman). Hehehe..

Bukan bermaksud membuat ngiler,, tapi salah satu cara mensyukuri Nikmat Allah SWT, selain mengucapkan syukur adalah dengan mensharenya kepada orang lain. Tetapi kalaupun ada yang ingin mencobanya, silahkan datang ke  Domestique Culinary Culture di Jalan Arif Rahman Hakim Kota Gorontalo.(adv)

Comments are closed.