Tingkatkan Produktivitas Kelapa, Kabgor Buat Sistem Pertanian Terpadu

60DTK-Kab. Gorontalo: Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) masih terus berupaya meningkatkan produktivitas kelapa di Kabgor. Upaya itu dapat dilihat dengan dibentuknya Sistem Pertanian Terpadu atau Optimalisasi Program Integrated Farming System (Optimis) berbasis kesadaran masyarakat, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kabgor, Rahmat Pomalingo menjelaskan, sistem yang dilakukan melalui Gerakan Peremajaan Kelapa tersebut merupakan penggabungan seluruh komponen pertanian, khususnya tanaman kelapa dalam suatu sistem usaha pertanian yang terpadu.

BACA JUGA: 70 Persen Warga Kabgor Berprofesi Petani, Nelson Harap Potensi Pertanian Lebih Ditingkatkan

“Keunggulan Sistem Pertanian Terpadu ini di antaranya, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal, meminimalkan kerusakan lingkungan (ramah lingkungan), keanekaragaman usaha, pencapaian tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang, serta menciptakan kemandirian,” kata Rahmat saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Ia juga mengungkapkan, alasan dibentuknya Sistem Pertanian Terpadu ini pun tidak terlepas dari masalah utama agribisnis kelapa di Gorontalo. Disebutkan, salah satu masalah ini ialah rendahnya produktivitas tanaman kelapa. Jika dihitung, apabila luas setiap lahan adalah satu hektare, itu hanya bisa menghasilkan 1 ton kelapa dalam waktu satu tahun.

BACA JUGA: PUPR Gorontalo Buka Akses Jalan Pertanian Di Kabgor

Bagi instansi pemerintah, manfaat dari gagasan ini adalah meningkatkan kinerja Dinas Pertanian, serta terjalinnya koordinasi yang baik antara masyarakat pekebun, pelaku pembibitan (penangkar), dan pihak terkait.

“Program ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan kelapa di Kabgor, berkurangnya beban anggaran pemerintah dalam pemberian bantuan benih/bibit kepada masyarakat, serta terjadinya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” imbuhnya.

BACA JUGA: Bupati Nelson Cek Ketersediaan Bibit Dan Pupuk Untuk Warga Kabgor

Sementara bagi masyarakat, adanya gagasan ini dapat turut mengefisienkan usaha dan mengefektifkan penggunaan lahan, serta mempermudah masyarakat pekebun dan petani kelapa untuk memperoleh benih/bibit, juga menambah pendapatan.

Terkait hal ini, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menyampaikan dukungannya. Menurutnya, Optimis ini merupakan program unggulan yang perlu terus didorong. Sebab tidak hanya sekadar bermanfaat untuk pemerintah, namun juga untuk kebutuhan masyarakat. “Karena memang penggagas proyek ini tidak hanya memikirkan pemerintah, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tutup Nelson. (adv)


Penulis: Andrianto Sanga
Editor: Nikhen Mokoginta

Comments are closed.