Jika Gelombang Demonstrasi kembali Menguat di Gorontalo, PMI Telah Siap Siaga

Misi kemanusiaan yang kami kerjakan tak memilih-memilah saat peristiwa di lapangan, semua kami layani dengan pertolongan pertama tanpa pandang bulu.

60DTK – Gorontalo: Aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa di setiap daerah bahkan di Gorontalo belum menemui titik kejelasan kapan akan berakhir. Namun, ketidakpastian berakhirnya aksi demonstrasi ini, Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo, Yahya Ibrahim, mengatakan, tim dari PMI Provinsi Gorontalo selalu siaga jika terjadi lagi aksi protes yang dilakukan oleh seluruh elemen mahasiswa, pemuda dan masyarakat di Gorontalo. Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Polisi Bubarkan Masa Aksi Di Bundaran Saronde Dan Berakhir Ricuh

Baca Juga: Dua Orang Massa Aksi Pingsan Saat Demonstrasi Di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo

Menurut Yahya Ibrahim, tugas dari PMI sudah sangat jelas dan misi kita sebagai misi kemanusiaan paling diutamakan. PMI juga bertugas memberikan pertolongan pertama pada kejadian yang menyebabkan ada korban terluka atau membutuhkan pertolongan pertama di kejadian apapun termasuk demo-demo seperti ini.

“Kami dapat instruksi langsung dari pusat untuk terus siaga saat aksi protes terjadi di daerah. Kami datang bukan karena spontanitas saja, tapi karena menjalankan misi kemanusiaan yang kami emban,” pukasnya.

Yahya juga mengatakan, untuk penanganan akibat  demo seperti sekarang ini kami juga sama-sama turun bersama pemerintah untuk saling membantu jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Perlu juga ditegaskan tugas utama PMI itu sampai pada pertolongan pertama dan merujuk pasien ke rumah sakit, untuk selanjutnya sudah tugas dari instansi rumah sakit,” papar Yahya.

Selain itu juga, Yahya menegaskan misi kemanusiaan yang kami kerjakan tak memilih-memilah saat peristiwa di lapangan, semua kami layani dengan pertolongan pertama tanpa pandang bulu.

“Kami membantu semua masyarakat tanpa memilih dan memilah, siapapun dia kita bantu pada pertolongan pertama,” tegas Yahya Ibrahim di akhir wawancara.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.