Berusaha Legowo: Gagal Wisuda Karena Positif Covid-19

  • Whatsapp
Majid Husain. (Foto: Istimewa)

60DTK, Gorontalo – Siapa yang pernah menyangka bahwa kita akan diterpa pandemi tak berkesudahan pada awal tahun 2020? Pandemi menyerang, banyak orang yang tiba-tiba harus merelakan orang-orang terkasih, hal-hal penting, hingga momen-momen berharga. Ya, pandemi sekejam itu.

Hal inilah yang dirasakan oleh Majid Husain, seorang pria kelahiran 1997, yang sempat terkonfirmasi positif covid-19 pada 20 Agustus 2021 silam, setahun lebih setelah covid-19 menyerang Indonesia. Pria yang akrab disapa Majid itu harus rela kehilangan momen wisudanya karena covid-19.

Bacaan Lainnya
Majid Husain. (Foto: Istimewa)

“Saya terkonfirmasi positif covid-19 itu tanggal 20 Agustus 2021. Waktu itu saya sedang siap-siap untuk berangkat ke Mojokerto mengikuti wisuda, jadi, yaaa, saya PCR waktu itu. Eh, ternyata positif. Saya kaget sekali karena tidak ada gejala, dan cukup panik juga,” tutur Majid.

Dengan tetap berusaha menerima kenyataan itu, Ia mengaku di sisi lain dia juga masih terus berusaha untuk tetap bisa berangkat. Diskusi-diskusi dengan keluarga tak henti Ia lakukan. Ia juga banyak membaca literatur tentang bagaimana bisa sembuh dari covid-19.

Baca juga: Saya Traveller, Mental Saya Jatuh Karena Covid

Bahkan, sebagai bentuk ikhtiar paling maksimal, Ia sampai rela mengeluarkan uang lebih untuk PCR tiga kali sepekan, hanya untuk memastikan apakah Ia sudah bisa berangkat ke Mojokerto atau tidak. Nihil, keadaan belum berpihak padanya.

“Karena saya, kan orang tanpa gejala covid dan belum merasakan efek parah dari covid ini, jadi saya masih punya keyakinan ini bisa cepat sembuh, keterangan dari labkesda juga ini sudah lama positif tapi baru ketahuan. Jadi, saya berinisiatif tanggal 25 Agustus cek PCR lgi di Prodia dgn harapan covid sudah tidak ada karena reaksi tidak ada dan masih bisa berangkat. Tapi, tanggal 28 hasil keluar dan masih positif,” beber Majid, tampak kecewa.

Baca juga: Takut Dijauhi Karena Covid-19, Hingga Berusaha Berdamai Dengan Diri Sendiri

Meski begitu, Ia mengaku sempat mendapat kabar gembira waktu itu, bahwa kampusnya akan melaksanakan wisuda secara daring. Jika begitu, Ia tetap bisa ikut wisuda meski masih positif covid-19.

Sayang, dua hari kemudian, Ia kembali menerima kabar buruk bahwa wisuda tetap akan dilaksanakan secara luring pada tanggal 5 September mendatang.

Baca juga: Covid-19 yang Mengubah Segala Rencana

“Akhirnya dengan sisa harapan, tanggal 2 September saya coba lagi PCR karena merasa masih punya kesempatan terakhir untuk membuktikan sudah tidak positif. Tapi pagi tanggal 4 September saat packing sudah siap dan dengan penuh harap negatif dan sudah siap untuk berangkat, hasil PCR keluar dan tetap positif,” Ia mengembuskan napas kecewa, lagi.

Betapa covid-19 seringkali sejahat itu, merenggut hal-hal dan momen-momen berharga. Meski begitu, Majid mengaku paham, bahwa di saat seperti itu, yang Ia butuhkan hanyalah rasa tabah yang besar, juga syukur yang tetap terjaga.

Baca juga: Pantang Menyerah Selesaikan Studi Meski di Tengah Pandemi

“Ya, mau bagaimana lagi, sudah begitu jalannya, saya legowo saja. Akhirnya kuputuskan untuk merayakan wisuda itu dengan keluarga saja saat beberapa waktu kemudian saya sudah dinyatakan negatif covid-19. Jadi ada syukuran dengan makan-makan di rumah, makanannya disiapkan langsung sama Umi,” tutup pria yang hobi naik gunung itu dengan senyum yang tersungging di wajahnya.

Pos terkait