Cair BST Tahap II, Rijanto: Gunakan untuk Pemenuhan gizi

60DTK, Kabupaten Blitar – Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tahap II bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Blitar sudah cair.

Hal ini diungkapkan Bupati Blitar, Rijanto, saat memantau proses penyaluran bantuan tersebut di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Minggu (07/06/2020).

Menurutnya, Penyaluran BST Kemensos tahap II ini berlangsung 4 hari. Yakni dimulai hari ini minggu 7 Juni sampai Rabu 10 Juni 2020 mendatang. Dan pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan tepat waktu dari semua desa yang ada.

Baca Juga: Gelar Tembang Macapat, Kabupaten Blitar Ikuti Semangat Patriotik Bung Karno

Untuk itu ia berharap kepada pemerintah desa dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar supaya lekas berkoordinasi dengan pihak kantor pos setempat untuk segera merealisasikan BST tersebut kepada Keluarga yang telah terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Alhamdulillah, yang kita lihat sampai saat ini semuanya berjalan lancar tidak ada kendala sedikitpun, semoga sampai selesai dapat dilakukan dengan baik,” kata Rijanto kepada awak media.

Dikatakan Rijanto, setiap KK mendapatkan BST sebesar Rp 600 ribu setiap bulan selama 3 bulan kepada masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu, iapun berharap, dengan bantuan tersebut masyarakat tetap eksis selama menghadapi pandemi covid-19.

Baca Juga: Peringati Haul Ke-50 Bung Karno, Kabupaten Blitar Menuju Wisata New Normal

“Ini yang kedua kalinya selama masa pandemi Covid-19. oleh karena itu saya berharap agar bantuan tersebut digunakan untuk pemenuhan gizi, seperti beras, telor, daging, sayur mayur dan susu. Serta tidak untuk membeli kebutuhan sekunder lainya,” tutur Rijanto.

Maka dari itu, sekedar informasi, Kemensos menargetkan jumlah penerima BST seluruh Indonesia pada masa pandemi Covid-19 ini mencapai 9 juta KPM. Dari data tersebut, PT Pos Indonesia mengcover sekitar 8,3 juta KPM dan sisanya disalurkan oleh Himbara.

Sedangkan untuk pencairan BST di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) dilakukan sekaligus tiga bulan. Contohnya di wilayah Maluku dan Papua, karena ongkos pengiriman BST ke wilayah tersebut berbeda dengan yang lainya. (adv/kmf)

 

Pewarta: Achmad Zunaidi

Comments are closed.