Ini Strategi Pemkab Trenggalek Menyambut Masa – Masa Usai Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat memaparkan strategi Pemkab Trenggalek di masa pandemi Covid-19, di Webinar yang digelar oleh MarkPlus, Inc, Jumat (8/05/2020). (Foto - Hardi Rangga 60dtk)

60DTK, Trenggalek – Pariwisata dan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM), menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun, berdasarkan survei, banyak orang juga yang antusias berniat akan melakukan perjalanan ketika pandemi Covid-19 dinyatakan selesai.

Berbicara tentang hal tersebut, MarkPlus, Inc. menggelar Web Seminar (Webinar) Industry Roundtable dengan tema: Surviving the Covid-19, Preparing the Post: Government Sector Perspective, Jumat (08/5/2020).

Bacaan Lainnya

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Insentif Untuk Masyarakat Yang Menunda Mudik

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang turut bergabung dalam forum tersebut, menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek di masa pandemi. Ia mengaku, jauh sebelum diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota – kota besar, Kabupaten Trenggalek telah melakukan langkah – langkah antisipasi.

“Kita mempersiapkan jauh – jauh hari sebelum adanya peraturan PSBB dan lain sebagainya, kita menerjemahkan instruksi presiden. Ada dua hal, yang pertama mengurangi risiko penyebaran penyakit, kemudian yang kedua bagaimana mengatasi dampak sosial ekonomi dan keamanan,” ujar Nur Arifin.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siagakan Dapur Umum Di Tiap Kecamatan Selama Pandemi Covid-19

Mulai dari pembatasan jalur masuk dengan hanya menerapkan tiga akses melalui check point, melakukan screening bagi setiap pendatang, hingga memberdayakan start up lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika physical distancing, semua dilakukan.

“Begitu ada yang status ODP (Orang Dalam Pemantauan), kita berikan top up melalui ojek online lokal, aplikasi start up anak – anak lokal, sehingga masyarakat yang melakukan isolasi mandiri bisa membeli kebutuhan pokok tanpa harus ke luar rumah, sehingga risiko penyebaran penyakit bisa kita tanggulangi,” lanjutnya.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Lakukan Rapid Test Ke Sejumlah Pengunjung Yang Berkerumun Di Kafe

Sementara itu, di sektor pariwisata yang cukup terdampak, Nur Arifin sepakat dengan istilah new normal. Sehingga saat ini juga perlu mempersiapkan para pelaku di sektor pariwasata untuk menghadapi tantangan yang berbeda.

“Di era ini, kita ingin semua orang di sektor offline harus punya keahlian baru. Warung – warung tidak boleh sama lagi. Orang sekarang sudah mulai ngomong masalah hygiene, berarti semua restoran kita harus dipastikan, warung – warung UMKM di sekitar kawasan wisata harus diajarkan bagaimana hygiene, karena nanti wisatawan yang akan datang tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, tetapi memikirkan hal – hal tersebut,” harapnya.

Baca juga: Darurat Covid-19, Pemkab Trenggalek Bebaskan Pembayaran Pajak Untuk Sejumlah Sektor

Di sisi lain, pasca semua serba from home, menurutnya, yang dipikirkan setiap orang adalah kapan jalan – jalan. Tetapi dengan kondisi finansial yang tidak sama, tentu daya beli akan menurun akibat pandemi, terutama kelas menengah ke bawah. Untuk itu, perlu ada titk temu antara pengusaha hotel dengan home stay, agar bisa bekerja sama untuk dapat menawarkan harga yang terjangkau bagi wisatawan.

Selain itu, Pemkab Trenggalek juga tengah mempersiapkan strategi untuk menarik kembali kunjungan wisatawan, salah satunya dengan membuat spoiler tentang destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Resmi Berlakukan Pembatasan Wilayah Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

“Setelah Covid-19 ini katakanlah bisa dikendalikan atau selesai sama sekali, maka yang akan dilakukan orang pertama kali pasti leisure, pasti jalan – jalan, pasti holiday, pasti berwisata, maka kami juga nanti akan menyinkronkan antara platform pariwisata dengan platform UMKM, kemudian dengan event dan sebagainya,” tutup Nur Arifin. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga

Pos terkait