Pekerja Proyek di Serdang Bedagai Tak Kunjung Terima Upah Dari PT. KMP

60DTK, Sumatera Utara – Seorang sopir dump truk dari PT. Karya Makmur Perkasa (PT. KMP) yang telah ikut bekerja di sebuah lokasi proyek pembangunan jalan tol di Desa Batu 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, tak kunjung menerima gajinya selama dua bulan dari pihak PT. KMP.

Adalah Berlan Sitanggang (40) sopir dump truk itu. Pria dengan dua orang anak asal Kaliabang Tengah, Bekasi, Jawa Barat ini sudah bekerja dalam proyek milik PT. KMP itu sejak 6 bulan silam, untuk mengangkut tanah timbun di lokasi pembangunan jalan tol tersebut.

“Saya bekerja di PT. KMP ini sejak 6 bulan silam sebagai sopir DT (dump truk). Saya masuk bekerja dengan mengajukan surat lamaran melalui seseorang yang saya kenal di PT. KMP yang di Tanggerang. Dan SIM saya pun dipegang pihak mereka, sebagai salah satu bukti saya adalah pekerja resmi dari PT. KMP dengan pekerjaan sebagai sopir DT, dengan catatan, saya digaji Rp1 juta 500 ribu per bulan,” ujar Berlan saat diwawancarai, Rabu (24/06/2020).

Baca juga: Hari Jadi Kota Tebing Tinggi, Momentum Tingkatkan Kesadaran Dan Menjaga Kesehatan

Namun entah mengapa, Ia mengaku dua bulan belakangan ini gajinya tidak kunjung dibayarkan. Bahkan Ia sudah coba bertanyan ke pihak PT. KMP, namun Ia tetap tidak mendapat kejelasan terkait keterlambatan gajinya itu.

“Jika sudah begini, bagaimana nasib saya ini, Pak? Gaji yang saya harapkan dapat saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan saya dan anak-anak saya, tak kunjung saya terima,” keluhnya.

Untuk itu, Ia berharap pihak PT. KMP bisa segera membayar gajinya itu, karena dirinya merasa sangat kesulitan mengurus dua orang anak, dengan kondisi ekonomi yang kian sulit. Selain itu, Ia juga berharap SIM-nya yang ada pada pihak PT. KMP bisa Ia dapatkan kembali agar dirinya bisa mencari pekerjaan lain.

Baca juga: Ironi, Pegawai Korwil Bidang Pendidikan Di Dolok, Ke Kantor Hanya Pakai Sandal

Terkait hal ini, awak media pun sudah mencoba mengonfirmasi kepada pihak PT. KMP di lokasi proyek, namun pihak PT. KMP juga mengaku belum bisa mengambil keputusan.

 

Pewarta: Markus Silaen

Comments are closed.